Total Tayangan Halaman

Kamis, 17 Oktober 2013

kewarganegaraan

PERAN PASIF ITU CUMA SIA-SIA

Dengan kita memiliki status sebagai warga negara, maka kita memeiliki hubungan hukum dengan negara. Hubungan iu berwujud status, peran, hak dan kewajiban secara timbal balik. Sebagai warga negara maka ia memiliki hubungan timabal balik yang sederajat dengan negaranya. Secara teori, peran warga negara meliputi peran pasif, aktif, positif, negatif.
Adapun pembahasan artikel ini adalah tentang peran warga negara yang pasif. Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini sering terjadi di Negara kita yang mana tidak adanya pendapat dan peran diri kita yang kita berikan kepada negara. Kita hanya mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah tanpa adanya komentar atau pendapat.
Hal ini juga serig terjadi pada lingkungan mahasiswa yang mana mahasiswa hanya melakukan tugas khusus untuk kuliah tanpa adanya tambahan aktifitas lain yang mereka dilakukan. Mahasiswa pasif hanya mengenal kampus, kos, tugas. Yang mana hal itu tidak akan menambah wawasan untuk mereka. Pengetahuan yang mereka dapat hanyalah sebuah teori tanpa adanya sebah pengalaman atau pembuktian dari teori yang mereka dapat. Mereka akan kurang adanya sosialisasi yang mana itu kurang membantu mereka saat melangkah ke kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang lebih keras dan lebih banyak resiko yang harus dihadapi dari pada perkuliahan. Kurangnya aktifitas mahasiswa juga berpengaruh pada kepribadian mereka, mereka akan merasa sangat tidak siap untuk melangkah ke depan. Sikap pasif inilah yang masih banyak mahasiswa yang belum memahami dampaknya. Mereka baru bisa benar-benar percaya saat keluar dari dunia perkuliahan.
So.. supaya genarasi kita tidak kecewa atau dalam bahasa jawanya getun buri….  maka marialah kita ubah pemikiran kita untuk tidak hanya fokus pada kuliah, tapi kita harus bisa mengimbanginya dengan ikut sertanya kita dalam organisasi perkuliahan, supaya selain kita dapat wawasan dari kampus, kita juga dapat pengalaman dan keterampilan dari organisasi yang kita ikuti.



Kamis, 10 Oktober 2013

AGAMA DAN NEGARA

AKHLAQUL KARIMAH UNTUK NEGARA

Indonesia untuk saat ini sangatlah memprihatinkan bila kita lihat generasi mudanya, hal ini dikarenakan ketidak positifan kegiatan yang telah dilakukan para remaja. Kebanyakan dari mereka tidak punya kegiatan yang mana itu tidak bermanfaat bagi agama, negara, keluarga, bahkan personality mereka. Namun mereka lebih sering melakukan tindakan yang mana tidak mencerminkan suatu sikap yang sesuai dengan agama dan ketentuan hukum negara. Sikap itulah yang sangatmembuat suatu negara berada dimasalah yang sangat besar, masalah yang tidak akan bisa dituntaskan jika tidak ada gerakan  perubahan dari semua pihak. Gerakan yang mana kita akan memfokuskan masalah ini dan mencari solusi yang mana akan membantu perubahan sifat para remaja Indonesia yang lebih baik.
Namun tidak semua remaja Indnesia terjerumus dalam masalah ini. Tidak sedikit juga para remaja mengisi waktunya untuk membela negara dan Agama. Hal ini di buktikan dari beberapa putra Indonesia yang bergabung dalam tim Nas U-19 yang mana perbuatan yang mereka lakukan menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah suatu kegiatan yang dapat mengharumkan Nama Negara kita yaitu Indonesia, semangat yang mereka tunjukkan termasuk sifat yang baik dan dapat dijadikan motivator bagi remaja-remaja Indonesia saat ini. Sikap yang mana tidak menunjukkan suatu keanarkisan melainkan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Para putra Indonesi yang bergabung di Tim Nas juga menunjukkan adanya Akhlaqul karimah dalam diri mereka, yang mana tidak bertentangan dengan agama. Sikap pembelaan yang sangat sehat dan dapat mencerminkan pribadi remaja Indonesia yang tidak semua para remaja bersikap anarkis dan membuang-buang waktu mereka untuk hal yang sangat tidak penting.

Selain bergabung di Tim Nas remaja Indonesia sebaiknya mengikuti kegiatan yang mana itu akan mengeksplor kemampuan yang mereka miliki, yang mana itu akan  sangat bermanfaat bagi agama, negara, kelurga, bahkan personality mereka sendiri. Seperti bergabung dalam organisasi remaja kreatif, organisasi remaja muslim, dan bisa ikut pelatihan olahraga yang mana itu semua akan bermanfaat bagi mereka. So……… apakah kita tidak mau jika kita menjadi salah satu di antara remaja yang berjasa bagi Negara dengan akhlaqul karimah???? Ya pasti kita akan mau, caranya dengan bergabung dalam organisasi yang bisa mengasah kemampuan kita. GANBATTE SAHABAT, DI TANGAN KITALAH INDONESIA AKAN JAYA!!!!!! BUT,  DON’T FORGET UNTUK TETAP BERAKHLAQUL KARIMAH!!!!!!…J

Kamis, 03 Oktober 2013

isu kebangsaan

Bunuh Budaya Bangsa dengan Bangga

Pasti kita mengetahui bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya dan bahasa. Dengan menggunakan bahasa sendiri yang sangatlah khas, seharusnya akan membuat kita merasa lebih bangga dengan apa yang negara kita miliki. Namun hal ini tidak terjadi kepada masyarakat Indonesia sendiri, kebanyakan masyarakat Indonesia lebih suka dan fasih menggunakan bahasa asing daripada bahasa negara kita sendiri. Tindakan seperti ini sangat kurang disadari oleh mereka, bahwa kesukaan atau kebanggaan yang mereka miliki adalah bentuk dari pembunuhan sebuah budaya bangsa.

Kecintaan pada budaya negara luar sampai selalau menggunakan produk dari luar, itu juga merupakan bentuk pembunuhan budaya sendiri. Kebanyakan mereka telah meyakini bahwa produk negara sendiri tidak lebih baik dari produk negara luar. Apa yang mereka pikirkan tidak selalaui benar, dan  kita harus bisa menyadari bahwa kalau bukan kita yang mencintai produk dalam negeri kita sendiri siapa lagi? Ya, mari kita mulai mencintai apa yang dihasilkan negara kita sendiri dari hal yang sangat kecil! Jika bisa membunuh sebuah budaya negara dengan bangga pasti membunuh satu nyawa adalah hal yang biasa.