INILAH AKU J
Rizka
hayyu fadlillah itulah nama lengkapku dan (Rizka) itu panggilanku. Aku terlahir
dari keluarga yang sangat sederhana pada hari kamis tanggal 22 juni 1995. Aku
anak pertama dari seorang ayah yang sangat tegas, bekerja keras dan wibawa, dan
seorang Ibu yang sangat penyayang dan bekerja keras juga. Dahulu saat aku masih
kecil, kehidupan keluargaku jauh dari kata cukup, bahkan keluargaku saat itu
tidak mempunyai tempat tinggal, hingga kita harus tinggal bersama Nenek dan
saudara Ibuku lainnya. Ayahku saat itu adalah seorang pengamen yang jarang
sekali pulang, sehingga saat beliau pulang aku dan ibu menyambutnya dengan
sangat bahagia, kita tidak peduli dengan seberapa banyak uang yang telah
didapat ayah, yang kita butuhkan hanya kepulangan ayah dalam keadaan sehat. Aku
dan ibuku selalu khawatir jika ayah tak kunjung pulang. Keadaan seperti inilah
yang membuatku kurang mendapat perhatian
dari ayahku saat itu.
Saat
kecil aku adalah tipe anak yang sangat pemalu, bahkan tidak punya rasa percaya
diri sama sekali. Ketidak mampuan keluargaku dalam segi materi pada saat itu
membuatku sering di kucilkan oleh teman – temanku, hinaan bahkan makian adalah
sesuatu yang sangat biasa bagiku. Sehingga pada saat itu aku bilang pada diriku
sendiri bahwa suatu saat keluargaku pasti akan bisa lebih baik dari ini. Kata –
kata tadilah yang membuatku selalu bangkit dan selau membuatku sabar dengan
hinaan mereka. Memang tidak semua menghinaku, masih banyak diantara mereka yang
menyayangiku bahkan sangat akrab denganku. Karena dihina adalah sesuatu yang
sangat menyakitkan, maka pada saat itu aku belajar untuk tidak menyakiti hati
siapapun.
Komitmen
tadi masih aku pegang mulai aku menginjak remaja dan sampai sekarang. Dengan kehidupan
yang berbeda dan dengan teman yang berbeda pula. Aku tidak lagi mendengar kata
hinaan dari teman – temanku. Yang ku dengar hanyalah sesuatu yang selalu
menyenangkan. Setiap pagi senyum lebarku tidak pernah sedikitpun menciut dari
pipi cabiku. Keyakinan yang positiflah yang tertanam dalam jiwaku kini. Bahkan
menghibur semua orang dan mereka bisa tertawa itu adalah sesuatu yang sangat
aku sukai. Bakat ini pasti turunan dari ayahku, yang tak pernah suka dengan
sesuatu yang terlalu mendrama ^o^. Karna kepribadianku yang selalu ceria, tidak
sedikit dari orang yang dekat denganku mengatakan bahwa aku bagaikan pelangi.
Karena aku selau membawa kebahagiaan dan keindahan dalam hidup mereka. Dan keindahan
itu akan hilang jika hujan tak turun lagi, sama halnya denganku kebahagiaanku
akan lenyap jika keindahan dalam hidupku tidak ada lagi. Entahlah dengan
mendengar kata seperti itu harus bagaimanakah aku? Merasa senang atu bahakan
merasa terbebani? Sifat polos dan luguku sering dijadikan bahan bercandaan oleh
teman – teman, hal seperti itu sama sekali tidak mebuatku marah, melainkan
bahagia, karena tidak dengan kelebihanku saja mereka menyukaiku, bahkan dengan
kekurangankupun mereka masih nyaman denganku. Aku memang anak yang LOLA
(loading lama), aku juga polos, kalau teman – teman bilang sich terlalu polos,
ndeso juga bahkan. Namun aku bukan orang
yang gampang menyerah dalam sesuatu yang berhubungan dengan citi – citaku. Aku tidak
akan lola lagi jika itu berhubungan dengan urusan pendidikan, alasannya cuma
simple karena aku ingin melihat ayah dan ibuku bahagia karenaku. Aku merasa
hidup ini tidak akan berarti jika aku tidak bisa melakukan sesuatu yang
bermanfaat untuk semua orang yang berada di sekitarku, sesuatu yang sangat
berharga dan menggembirakan. Namun kadang kala aku sempat merasa sebel bahkan
marah jika sesuatu yang telah aku sukai atau aku inginkan tak bisa aku dapatkan,
dan hal seperti itu aku lampiaskan kepada orang – orang yang ada di sekitarku. Syukurlah emosi sikap jail yang aku berikan
kepada mereka tidak membuat mereka membenciku. Hehehehe… dan sekarang aku
menjalani kehidupan ini dengan sangat bahagia, dengan keadaan keluargaku yang
jauh lebih bahagia, dan teman – teman yang sangat menyenangkan. J Dan harapanku untuk 4
tahun kedepan diusiaku yang ke 22 tahun,semoga di usia aitu aku telah menjadi
seorang serjana dan bisa melanjutkan S2 dengan mendapatkan beasiswa. Dan semoga
aku bisa mempunyai pekerjaan yang bisa membantu orang tuaku dalam membiayai
sekolah kedua adikku kelak, dan semoga saja 4 tahun kedepan aku telah bertemu
dengan calon pendamping hidupku… hehehe